Pembagian wilayah

Kelurahan Baluwarti terdiri dari beberapa kampung :

  • Carangan
  • Gambuhan
  • Gondorasan
  • Hordenasan
  • Langensari
  • Lumbung Wetan
  • Mloyokusuman
  • Suranatan
  • Tamtaman
  • Wirengan

Demografi

Kelurahan Baluwarti yang terletak di Kecamatan Pasar Kliwon merupakan satu di antara 54 kelurahan yang ada di Kota Surakarta. Luas wilayah Kelurahan Baluwarti seluas, terdiri dari 12 RW dengan 3 RT di masing-masing RW. Menurut penelitian tahun 2010, jumlah penduduk Baluwarti adalah 7120 jiwa dengan 1440 kepala keluarga.

Batas wilayah

Wilayah Baluwarti berada di lingkaran kedua setelah tembok kedhaton, terletak di antara dua buah tembok besar berukuran tebal 2 meter dan tinggi 6 meter.

Di luar tembok kedhaton (tembok yang mengelilingi Kraton) Kasunanan Surakarta terdapat komplek bangunan yang dihuni oleh para pangeran, kerabat, abdi dalem pria dan wanita, disamping juga ada orang-orang yang melakukan pekerjaan bebas, misalnya berdagang.

Wilayah ini mempunyai dua buah pintu, yaitu Kori Brajanala Lor (Gapura utara) dan Kori Brajanala Kidul (Gapura selatan), satu dengan lainnya dihubungkan oleh dua jalur jalan yang sejajar dengan tembok kedhaton. Pada awal tahun 1900 Susuhunan Pakubuwana X memperluas wilayah Baluwarti dan menambahnya dengan dua buah pintu Butulan yang terletak di sebelah tenggara dan sebelah barat daya. Masing-masing diresmikan pada tahun 1906 dan pada tahun 1907. Dengan adanya dua pintu tambahan ini penduduk yang tinggal di Baluwarti dapat lebih leluasa berhubungan dengan masyarakat di luar komplek kedhaton.

Wilayah Kelurahan Baluwarti dibatasi oleh empat kecamatan yaitu Kelurahan Kedung Lumbu di sebelah timur laut, Kelurahan Kauman di sebelah barat laut, Kelurahan Gajahan di sebelah barat daya dan Kelurahan Pasar Kliwon di sebelah tenggara.

Wilayah Kelurahan Baluwarti ini merupakan daerah perkotaan, sehingga lahan untuk pertanian dan peternakan tidak ada, kalaupun ada hanya sekadar untuk pemanfaatan lahan pekarangan, di antaranya digunakan untuk memelihara ayam kampung, tanaman hias/tanaman potisasi dan toga. Kelurahan baluwarti sebagaimana Kelurahan di tengah perkotaan sehingga masyarakatnya mempunyai ciri sebagaimana masyarakat perkotaan. Heterogenitas penduduk cukup tinggi, baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

Pendidikan

Di kelurahan ini terdapat 7 sekolah dan 8 masjid. Menurut hasil penelitian tahun 2010, 968 dari 988 anak di kelurahan ini dapat bersekolah dengan jumlah anak yang tidak bersekolah sebesar 2%, jauh lebih kecil dari rata-rata Kecamatan Pasar Kliwon sebesar 7%.

Ekonomi

Ada dua buah pasar di kelurahan ini. Tingkat kemiskinan sebesar 18%, lebih rendah dari rata-rata kecamatan sebesar 23%. 50% penduduk bekerja sebagai buruh, 30% sebagai PNS, 10% sebagai pedagang kecil, dan 10% lainnya di sektor informal.

Kesehatan

Karena banyaknya bangunan bersejarah, maka drainase dan jangkauan PDAM sulit ditingkatkan tanpa merusak situs-situs tersebut. Pemerintah sedang mencari cara untuk menghasilkan air bersih di kelurahan ini. Salah satu isu utama kesehatan adalah air tercemar yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti eksem. Penggunaan air sumur mungkin dapat menyebabkan penyakit.

 

Sumber: wikipedia